• Juni 9, 2024

Ulasan Buku Filosofi Teras Tahun 2024

Kutipan dari Buku: “Kita memiliki kebiasaan membesar-besarkan duka. Kita tercabik di antara hal-hal masa sekarang dan hal-hal yang baru terjadi. Pikirlah apakah sudah ada bukti yang pasti mengenai kesulitan masa depan. Karena kerap kali kita lebih disusahkan kekhawatiran kita sendiri.” – Seneca

Buku ini pada mulanya menyebutkan perihal sebuah survei kekhawatiran nasional yang kian masif sekalian memperkenalkan perihal sekilas kehidupan si penulis yang dipenuhi oleh emosi negatif yang berlebihan. Lalu, lebih dari 2000 tahun lalu sebuah mazhab filsafat menemukan akar permasalahan dan solusi dari banyaknya emosi negatif.

Ya, Stoisisme atau filosofi Stoa, melainkan penulis lebih memperkenalkannya dengan “Filosofi Teras” yang yakni filsafat Yunani-Romawi https://www.freshnytrees.com/ Kuno yang dapat menolong kita dalam menyelesaikan emosi negatif serta menciptakan mental seseorang menjadi tangguh dalam menghadapi naik turunnya kehidupan.

Dalam buku hal yang demikian, filsafat Stoa dibuktikan secara simpel dengan inti dikotomi kendali nasib manusia sehingga dari dikotomi kendali hal yang demikian, manusia dapat memutuskan hal-hal yang dapat membuatnya bergembira ataupun tidak. Tetapi, Wiliam Irvine menawarkan trikotomi kendali di mana memuat apa yang menjadi kendali kita, tidak
menjadi kendali kita, dan juga menjadi komponen dari kendali kita.

Buku Filosofi Teras ini betul-betul berbeda dengan buku filsafat lainnya sebab filosofi teras (Stoa) dibuktikan dengan analogi kejadian yang real di kehidupan sehari-hari dan penggunanan bahasa yang cocok dengan Generasi Milenial dan Gen-Z. Teras yang menarik dari Filosofi Teras ini terletak pada tujuannya yakni hidup dalam ketenangan dan terbebas dari emosi negatif.

Oleh sebab itu, pada setiap bab Filososfi Teras terdapat pelajaran yang diambil, salah satunya yakni dalam menjalani kehidupan wajib selaras dengan alam. Di mana kehidupan berjalan cocok kehendak pencipta-Nya dan selaras dengan alam itu berarti kita wajib mengandalkan logika kita supaya tidak terbawa arus yang menyimpang.

Apalagi sekarang ini banyak di antara kita yang memakai sosial media dan kerap ditemui berita hoaks, sehingga kita tidak boleh terbawa emosi dan tidak baperan. Satu hal yang haru kita ingat, jangan terlalu memikirkan hal yang belum terjadi ke depannya, biarkan berjalan sebagaimana mestinya, melainkan tetap diiringi dengan effort supaya memperoleh hasil yang maksimal. Secara keseluruhan buku ini menarik dan recommended banget untuk dibaca.