• Juni 7, 2024

Review Buku Tentang Laut Bercerita

Laut bercerita ini bergenre historical fiction, melainkan Leila S. Chudori sendiri menuliskan berdasarkan pada fakta yang ada, beliau juga melaksanakan banyak riset yang mendalam mengenai karakter dari tokoh-tokoh yang ada, tempat-tempat dan peristiwa yang telah berlalu. Karenanya dari itu novel ini dengan hidup seakan membawa pembaca kembali ke era-era reformasi di tahun 1998 (yang saya sendiri belum lahir) yang bersudut pandang pada kekejaman dan ketidakadilan bagi para pembela rakyat di masa itu.

Novel ini merupakan salah satu novel yang saya baca dengan jangka waktu yang cukup lama. Bukan sebab isinya membosankan, bukan https://tiendasdeconveniencia.org/ sebab isinya tidak menarik, dan tentu saja bukan sebab saya tidak suka dengan karakter dari salah satu tokohnya.

Namun sebab saya terlalu berlarut dalam kisahnya, saya terlalu banyak berdaya upaya, menganalisa tiap-tiap bait baitnya. Bukan sebab bahasanya terlalu susah dipahami, bukan pula sebab alurnya maju mundur dan memusingkan.

Bagi saya novel ini cukup dibaca sekaliā€¦ eh sekali lagi, bukan sebab saya tidak suka dengan endingnya. Namun, buku ini terlalu menyakitkan untuk dibaca berulang kali, daripada menyakiti diri sendiri saya lebih memilih untung mengenang nya dalam hati. Sebab sungguh, saya amat terpukau dengan novel karya Leila S. chudori yang satu ini.

Laut bercerita ini bergenre historical fiction, melainkan Leila S. Chudori sendiri menuliskan berdasarkan pada fakta yang ada, beliau juga melaksanakan banyak riset yang mendalam mengenai karakter dari tokoh-tokoh yang ada, tempat-tempat https://tiendasdeconveniencia.org/ dan peristiwa yang telah berlalu. Karenanya dari itu novel ini dengan hidup seakan membawa pembaca kembali ke era-era reformasi di tahun 1998 (yang saya sendiri belum lahir) yang bersudut pandang pada kekejaman dan ketidakadilan bagi para pembela rakyat di masa itu.

Laut bercerita mengisahkan perihal klasifikasi organisator mahasiswa di masa orde baru. Novel ini terbagi menjadi 2 komponen jarak waktu yang berbeda jauh dan point of view yang berbeda juga. POV pertama diceritakan melalui tokoh Biru Laut dan teman teman sesama aktivisnya yang hendK menuntaskan visi misi mereka.

Dan pada POV kedua, diceritakan melalui Percintaan jati-adik dari Laut yang memiliki visi misi jauh berbeda dengan kakaknya, Laut. Laut merupakan seorang mahasiswa program studi Sastra Inggris di Universita Gadjah Mada, Yogyakarta.

Ia amat mencintai sastra dan tentu tidak sedikit buku sastra klasik yang dia punya, baik itu sastra berbahasa indonesia maupun bahasa inggris. Laut suka membaca bermacam-macam buku karangan Pramoedya Ananta Toer yang saat itu sirkulasinya dilarang di Indonesia. Namun dia secara membisu membisu memfotokopi buku buku tersebut di suatu tempat yang disebut fotokopi terlarang. Semenjak itulah, dia berjumpa Kinan, mahasiswa FISIP yang mempersembahkan Laut pada organisasi Winatra dan Wirasena.

Laut bergabung dengan organisasi itu, dan kian termotivasi berbincang-bincang buku buku terlarang bersama rekan rekan nya. Namun bukan hanya buku, mereka juga membahas beberapa konsep yang hendak mereka lakukan untuk menyangkal doktrin Soeharto yang saat itu memimpin selama lebih dari 30 tahun.