• Desember 6, 2023
funicula

Rekomendasi Buku Fiksi untuk Isi Waktu Luang Saat Sendirian

Menghabiskan pas luang seorang diri biasanya sukar dilakukan karena kami kerap jadi bingung mesti jalankan apa untuk menghibur diri.

Sebetulnya banyak sekali opsi yang mampu dipilih, jadi dari melihat film, berolahraga, atau lebih-lebih membaca buku yang dijamin mampu mengajak kami ke sebuah dunia imajinasi lewat cerita fiksi.

Membaca buku fiksi mampu menjadi pilihan yang tepat untuk membunuh pas luang.

Tidak cuma dapat terhibur, membaca buku fiksi pun mampu tingkatkan wawasan sekaligus melibatkan emosi, agar banyak aspek yang dapat kami dapatkan dan rasakan.

Nah, daripada anda bingung mesti membaca buku fiksi apa yang mampu memberi keseruan, emosi, dan juga wawasan, selanjutnya petunjuk buku fiksi yang mampu menjadi opsi pas mesti mengisi pas luang sendirian, Di artikel ini kami juga akan sedikit membahas tentang permainan judi online yang tersedia di link situs gates of olympus

Rekomendasi Buku Fiksi untuk Isi Waktu Luang Saat Sendirian

1. Funiculi Funicula – Toshikazu Kawaguchi

Buku fiksi pertama yang mampu anda cobalah ialah Funiculi Funicula yang bercerita perihal sebuah kafe tua yang berlokasi di sebuah gang kecil di kota Tokyo, Jepang.

Kafe bernama Funiculi Funicula ini miliki nuansa retro dan sepia yang mampu menarik minat para pengunjung.

Namun, bukan itu yang menjadikan Funiculi Funicula spesial, karena ternyata kafe selanjutnya juga tawarkan pengalaman menjelajahi pas untuk siapa saja yang idamkan kembali ke era lalu.

Akan tetapi, terdapat lebih dari satu syarat yang mesti diikuti kalau idamkan perihal ini terealisasi.

Meskipun tipis, tetapi Funiculi Funicula mampu mengundang emosi pembaca bersama berbagai kisah pengunjungnya yang berkunjung untuk sekali kembali kembali ke era lalu, agar sedikit meringankan penyesalan dan luka yang mereka rasakan.

Selain mampu menghipnotis lewat deskripsi kafe yang jadi hangat dan menenangkan, novel ini pun turut tawarkan sebuah cerita haru yang menyentuh hati.

2. Please Look After Mom – Kyung Sook Shin

Novel-novel Asia memang senantiasa mampu menghadirkan cerita yang jadi relate bersama para pembaca Indonesia, salah satunya adalah Please Look After Mom.

Novel ini bercerita perihal hilangnya seorang ibu di sedang stasiun kereta api Seoul.

Saat ibu menghilang, barulah anak-anaknya jadi kehilangan dan paham kalau sepanjang ini mereka tidak mengenal ibu secara lebih mendalam, bahwasanya ibu merupakan sosok manusia biasa yang mempunyai cerita dan era lalu juga.

Bagi anda yang melacak cerita perihal hubungan orang tua dan anak, maka novel ini dapat amat cocok untuk dinikmati.

Sepanjang kisahnya anda dapat menemukan perjuangan dan pengorbanan seorang ibu dalam mendidik dan juga membesarkan anak-anaknya, biarpun itu bermakna mesti mengorbankan kebahagiannya sendiri.

3. Perempuan yang Menangis Kepada Bulan Hitam – Dian Purnomo

Novel ini bercerita perihal seorang perempuan bernama Magi Diela, yang terhadap awalnya meniti kehidupannya sebagai tenaga honorer di Dinas Pertanian Sumba dan mengharuskannya bekerja di lapangan

Namun, suatu saat pas dapat pergi bekerja, Magi dihadang oleh segerombolan pria yang secara mendadak memaksanya untuk turut pergi bersama mereka.

Pada kenyataannya, Magi sudah menjadi korban penculikan yang mengatas namakan normalitas Kawin Tangkap yang mungkin sudah tidak jadi relevan kembali pas ini.

Baca juga:

6 Tips Memahami Buku Dengan Mudah

Harry Potter and the Cursed Child: Kisah Sembilan Belas Tahun Kemudian

Perempuan yang Menangis Kepada Bulan Hitam adalah novel yang mempunyai pembaca terhadap realita yang sampai pas ini masih dialami oleh kaum perempuan di area Sumba, yang menjadi korban penculikan bersama dalih tradisi.

Tidak cuma menghadirkan cerita yang apik, di sini sang penulis yaitu Dian Purnomo, handal dalam memperkenalkan normalitas dan budaya yang menghiasi jalur ceritanya.

4. Convenience Store Woman – Sayaka Murata

Novel dari Negeri Matahari Terbit memang senantiasa menghadirkan bumbu cerita yang jadi dekat bersama kehidupan kami sebagai penduduk Indonesia.

Bercerita perihal seorang wanita bernama Keiko yang di sudah memasuki umur pertengahan tiga puluhan, tetapi masih bekerja paruh pas di sebuah minimarket.

Banyak orang yang beranggap kalau kehidupan Keiko amat menyedihkan dan terlihat tidak “normal”.

Namun, Keiko sendiri memang nyaman-nyaman saja bersama kehidupannya, cuma saja orang-orang di sekitarnya terlihat usil bersama penilaian mereka dapat arti “normal”.

Novel ini dapat menyajikan cerita yang jadi relate bersama kehidupan, karena ekspektasi dan penilaian orang-orang merupakan bagian yang tidak dapat dulu luput dari kehidupan kita.

Sayaka Murata sukses membuahkan cerita yang ringkas tetapi to the point terhadap apa yang idamkan disampaikan, yaitu apa sih memang arti dari kata “normal” itu sendiri?

5. Tokyo & Perayaan Kesedihan – Ruth Priscilia Angelina

Rekomendasi terakhir cerita fiksi yang mampu anda nikmati ialah Tokyo & Perayaan Kesedihan yang menceritakan kisah Shira dan Joshua yang melancong ke Tokyo, Jepang, untuk merasakan dan merayakan rasa sedih yang mereka alami.

Keduanya sama-sama coba melacak arti kehidupan di sedang kegusaran hati mereka.

Buku ini mampu merefleksikan kehidupan bagaimana perasaan sedih datang tidak cuma untuk diratapi, tetapi juga dinikmati dan dirayakan sebagai sebuah bentuk emosi yang melengkapi kehidupan kami sebagai manusia.

Usahakan anda dalam mood yang bagus sebelum nikmati buku ini agar mampu disikapi bersama lebih dewasa.