• Mei 21, 2024

Nasib Penyebar Hoaks ‘Waspada Beras Beracun 1 Ton dari China’ Berujung Tragis

Penyebar hoaks video berjudul ‘Waspada Beras Beracun 1 Ton dari China’ akhirnya dicokok Regu Subdit V Tindak Pidana Siber Direktorat Reserse Kriminalitas Khusus Polda Kalsel. Direskrimsus Polda Kalsel Kombespol M Gafur Aditya Siregar ketika rilis kasus Senin (20/5/2024) mengatakan, pelaku berinisial MH (38) dicokok tanpa konfrontasi di rumahnya.

“Pelaku berinisial MH (38) dicokok di rumahnya di Kecamatan Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu, pada Kamis (16/5) dan segera dijalankan penahanan,” katanya.

Gafur menerangkan, kasus hoaks beras beracun itu bermula dari patroli siber tim yang dipimpin Pelaksana Tugas Kasubdit V Tindak Pidana Siber Ajun Komisaris Besar Polisi Ricky Boy Sialagan pada 6 Mei 2024 dan menemukan adanya uploadan pelaku di akun media sosial Facebook tertanggal 2 Mei 2024.

Polisi kemudian menjalankan konfirmasi terhadap pelaku MH mengenai uploadan itu dan yang bersangkutan mengakui.

“Untuk motifnya, pelaku mengaku mahjong ingin memberitahu masyarakat sebagaimana yang dipostingnya dan diyakininya itu benar,” kata Gafur ditemani Kabid Humas Polda Kalsel Komisaris Besar Polisi Adam Erwindi.

Atas perbuatannya yang mesti diduga menghasut, mengajak atau memengaruhi orang lain sehingga memunculkan rasa kebencian atau permusuhan terhadap China karenanya polisi mengambil langkah penegakan regulasi.

Terancam 6 Tahun Penjara
Penyidik mengacu Pasal 45 A ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2024 perihal Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 perihal Isu dan Transaksi Elektronik yang berbunyi tiap orang dengan sengaja atau tanpa hak mendistribusikan info elektronik yang sifatnya menghasut, mengajak atau memengaruhi orang lain sehingga memunculkan rasa kebencian terhadap individu atau golongan masyarakat tertentu berdasarkan ras, kebangsaan, etnis, warna kulit, agama atau disabilitas lahiriah diancam pidana penjara enam tahun dan pidana denda Rp1 miliar.

“Penyidik juga memeriksa spesialis dari Bulog dan pihak berkaitan dan dipastikan tak ada impor beras dari China,” tegas Gafur.

Pada kesempatan itu, Kombes Adam Erwindi kembali mengingatkan masyarakat supaya dapat cerdas mengaplikasikan media sosial serta senantiasa menjalankan cek silang terhadap suatu info supaya tak menjalankan kesalahan yang berdampak pidana.

Silakan kontak akun media sosial Regu Siber Polda Kalsel di domisili CCIC.Kalsel atau Bid Humas Polda Kalsel untuk tiap info di media sosial yang ingin dikonfirmasi,” jelasnya.