• Januari 25, 2024

Mendidik Anak “Zaman Now” Menjadi Cerdas dan Berkarakter

Anak “zaman now” benar-benar erat kaitannya dengan anak-anak jaman kini yang benar-benar lekat dengan teknologi dan perkembangannya yang benar-benar cepat. Orang tua wajib memahami perihal langkah mendidik anak supaya ia tumbuh menjadi anak yang memiliki banyak ilmu dan enteng memahami ilmu yang baru.

Mendidik Anak

Selain itu, orang tua terhitung wajib membimbing anak supaya ia sanggup tumbuh menjadi spesial yang berperilaku baik dan jauhi hal-hal yang sanggup merugikan diri sendiri dan orang lain.  Di jaman moderen seperti saat ini pasti orang tua menghadapi beraneka tantangan tersendiri. Bagaimana langkah mendidik mereka supaya menjadi spesial yang cerdas dan bijaksana?

1. Menjadi Sahabat

Orang tua wajib menjadi spesial yang sanggup dekat dengan anak. Jangan melindungi jarak atau khawatir anak bersikap “tidak sopan” misalnya anak benar-benar akrab dengan orang tua. Anak-anak zaman saat ini kebanyakan memiliki ilmu yang luas, sanggup belajar kapan pun dan di mana pun.

Sangat tidak serupa dengan jaman kecil orang tua zaman dulu. Dengan berbekal banyaknya ilmu yang dimiliki anak, orang tua cuma wajib mendampingi ke arah mana mereka mau melangkah. Bila anak berbuat salah, nasihatilah. Bila anak berbuat suatu hal yang baik, pujilah dan hargailah.

2. Hindari Aturan, Utamakan Pendekatan Personal

Aturan yang baik diberikan kepada anak adalah ketetapan yang dibuat dengan anak. Orang tua dan anak sudah berkompromi, dan pastikan anak memahami bahwa ketetapan berikut target utamanya adalah sebagai “self-reminder”, bukan layanan menghukum atau memarahi anak sementara ia berbuat salah.

Namun alangkah lebih baik terkecuali pendekatan secara personal adalah yang lasantane diutamakan. Karena dengan pendekatan personal, pasti anak-anak semakin memahami perihal mana yang baik dan buruk. Bila anak lebih sering melaksanakan yang baik, pasti anak bakal menjadi semakin sanggup jauhi segala yang tidak baik.

3. Hindari Paksaan, Berikan Pilihan

Anak zaman saat ini condong lebih “keras kepala” sebab dari generasi ke generasi seorang anak mewarisi kecerdasan yang dimiliki oleh orang tuanya.

Hindarilah hal-hal yang bersifat memaksa, sebab secara mental anak-anak zaman saat ini condong lebih enteng “down”, lebih-lebih anak yang kurang bersosialisasi. Langkah terbaik misalnya anak sudah mulai memiliki pendirian yang kuat adalah dengan menambahkan pilihan.

Baca Juga: https://bestbooksellers.info/kuliah-di-harvard-university/

Bila hal ini dibiasakan sejak anak berusia dini, ia bakal semakin terampil di dalam memicu keputusan serta memecahkan masalah. Berikan opsi A atau B, dan jelaskan resiko-resikonya sementara memilih opsi A atau B.

4. Manfaatkan Media Komunikasi Modern

Ada banyak pilihan fasilitas komunikasi modern, yaitu televisi, handphone, laptop, dan lainnya. Pastikan anak lebih banyak mengkonsumsi konten-konten yang mendidik dan memberi kegunaan positif.

Pastikan orang tua sudah menyeleksi konten-konten yang baik untuk dikonsumasi anak, misalnya anak cuma boleh melihat playlist lagu atau film yang boleh ditonton sementara mengakses “Youtube”

5. Arahkan Anak untuk Bersosialisasi di Dunia Nyata

Meskipun banyak anak-anak di zaman saat ini memiliki “follower” hingga ratusan ribu atau pun jutaan, namun bukan artinya ia memiliki ketrampilan bersosialisasi yang baik. Orang tua wajib mengarahkan anaknya untuk bersosialisasi yang baik di dalam dunia nyata.

Beberapa langkah supaya anak sanggup terampil bersoasialisasi adalah meminta anak berhimpun di suatu grup belajar, bermain dengan orang tua-orang tua tempat anak bersekolah, datang ke tempat saudara, dan cara-cara lainnya.

6. Arahkan Anak supaya Berkembang Sesuai “Passion”

Beberapa orang tua dari anak berusia dini mulai khawatir sementara memahami buah hatinya belum sanggup membaca, padahal lebih dari satu anaknya kawan dengan usia yang mirip sudah sanggup membaca. Karena ketakutan yang berlebihan, maka orang tua dari anak yang belum sanggup membaca berikut memaksa anaknya untuk terus belajar supaya sanggup membaca.

Tentu saja hal ini adalah perlakuan yang salah. Karena sanggup memicu anak menjadi depresi dan stres. Setiap anak memiliki perbedaan kemampuan dan ketrampilan. Siapa tau biarpun pun ia tidak sanggup membaca, namun memiliki suara yang merdu atau sanggup menghasilkan karya lukisan yang indah.