• Desember 30, 2023
Kisah Don Quixote

Kisah Don Quixote: Pahlawan Kesiangan dalam Fantasi Pikiran

Kisah Don Quixote: Pahlawan Kesiangan dalam Fantasi Pikiran “Somewhere in La Mancha, in a place whose name I do not care to remember…”

Satu baris kata-kata ini mampu dibilang menjadi quote paling terkenal selama histori dunia sastra.

Quote ini merupakan tidak benar satu kata-kata pembuka berasal dari karya pengarang besar Spanyol, Miguel de Cervantes, yakni servethiswiththat.com The Ingenious Gentleman Don Quixote from La Mancha atau yang akrab disebut Petualangan Don Quixote.

Novel ini dianggap sebagai novel modern pertama di dunia, hingga menjadi panutan bagi penulisan karya-karya fiksi.

Diterbitkan dalam dua volume yakni pada tahun 1605 dan 1615, Petualangan Don Quixote mampu menjadi merupakan tidak benar satu mahakarya besar yang membuat perubahan arah sastra dunia.

Buku ini sudah diterjemahkan ke beraneka bahasa di semua dunia, juga Indonesia.

Buku ini berkisah mengenai sosok Alonso Quixano, seorang bangsawan Spanyol yang sudah membaca begitu banyak kisah dongeng ksatria, hingga ia kehilangan akal dan mengidap halusinasi.

Ia menjadi menjadi seorang ksatria berkuda layaknya dalam kisah dongeng tersebut, dan memutuskan untuk menjadi pahlawan ‘kesiangan’, bernama Don Quixote de La Mancha.

Tak ketinggalan, layaknya layaknya ksatria, ia juga menunggangi seekor kuda kurus bernama Rocinante. Don Quixote juga merekrut seorang petani di desanya, yakni Sancho Panza sebagai pengawalnya.

Keduanya meninggalkan desa dan bertualang melintasi pedesaan Eropa. Dalam perjalanannya, banyak momen lucu dan seru terjadi.

Mulai berasal dari menolong gadis-gadis yang tersiksa, melawan para raksasa, hingga melawan ketidakadilan. Tapi ternyata, kisah epik ini cuma berkutat di kepala Don Quixote saja.

Otak Don Quixote ‘mengering’ dikarenakan terlampau banyak membaca, sehingga ia tidak mampu memisahkan antara fantasi dan realita. Ia terlampau yakin bahwa dirinya adalah seorang protagonis dalam kisah ksatria heroik rekaannya.

Terdengar lucu, memang. Namun, Petualangan Don Quixote lebih berasal dari sekadar kisah komedi. Kisah ini merupakan serangkaian cerita mengenai sistem moralitas yang pernah dianggap tabu pada zamannya.

Don Quixote, dalam rangka menggapai cita-citanya menjadi ksatria yang mulia pada abad pertengahan, berupaya untuk memaksa orang-orang pada zamannya menghadapi kegagalan moral mereka.

Buku ini juga mengeksplorasi perbedaan antarkelas atau strata sosial bersama harga diri seseorang, inspirasi yang cukup radikal pada saat itu.

Baca juga:

Beberapa Daftar Rekomendasi Buku Cerita Anak Terbitan Dalam Negeri

Manfaat Membawa Buku Saat Traveling, Menyenangkan, Lho!

Secara singkat, Petualangan Don Quixote adalah novel yang revolusioner, yakni menjadi sebuah ‘cermin’ untuk masyarakat kontemporer.

Petualangan Don Quixote memiliki alur yang sederhana, dan mungkin condong membosankan.

Tapi, ini adalah sebuah buku yang di dalamnya memiliki banyak ragam kisah. Mulai berasal dari kisah yang serius, ironi, parodi, retorika, dan kearifan menjadi satu.

Antara kisah fantasi atau realita, semua saling silang. Tak ada kebenaran absolut dalam cerita ini. Kamu dapat diajak mengarungi perjalanan antarrealitas yang membingungkan.

Begitu banyak paradoks yang mengakibatkan para pembaca mungkin bertanya-tanya, “realitas kehidupan yang kami jalani ini nyata atau fana?”

Buku ini mengajak kami rehat dan santai sejenak, di tengah dunia yang makin serius.

Terkadang, manusia kudu sesekali hiburan dan liburan, tidak benar satu caranya adalah bersama membangkitkan ulang imajinasi kita.

Kisah berasal dari Don Quixote perlihatkan bahwa pengaruh postingan dan lisan serupa dahsyatnya bagi manusia.

Dengan membaca, kami mampu masuk dalam dunia yang selamanya mengakibatkan penasaran, meski kami mengetahui ini adalah cuma sekadar imaji tulisan.