• Mei 16, 2024

Deretan Buku Self Development yang Semestinya Dibaca Si Muda

Umur muda, terpenting menjelang usia 20-an ialah fase di mana kita menghadapi Quarter Life Crisis. Kita yang tiba-tiba merasa tertekan, kosong dan kesepian, tetapi kita tidak tahu apa yang mesti kita lakukan. Hal ini sebenarnya wajar terjadi, tetapi meskipun demikian itu bukan berarti kita cuma diam dan pasrah dengan situasi yang terjadi.

Di usia menuju dewasa inilah si kecil muda memerlukan banyak pelajaran untuk menjalani hidup dengan sebaik-pantasnya. Siapa malah pasti berharap mengembangkan dirinya menjadi pribadi yang jauh lebih baik lagi untuk menerima kehidupan yang sukses. Berhubung tahun 2022 masih panjang, tidak ada salahnya memperbaharui resolusi dengan rencana dan kebiasaan yang lebih baik, seperti membaca buku-buku pengembangan diri.

Tak ada kata terlambat dalam mengawali kebiasaan yang baik. Dengan membaca buku-buku pengembangan diri, pengetahuan spaceman slot dan pemikiran kita akan bertambah luas dalam memandang seluruh sesuatu. Pepatah “Membaca ialah jendela dunia” memanglah benar adanya. Maka dari itu, mencari buku yang ideal sebagai bahan bacaan sangatlah penting agar kita tidak salah dalam memilih apa yang akan kita konsumsi.

Kaprah-kira buku apa saja yang mesti dibaca oleh si kecil muda? Intip rekomendasinya di bawah ini yuk!

  1. Filosofi Selasar

Diurutan pertama ada buku Filosofi Selasar karya Henry Manampiring, yang menerima penghargaan sebagai Book of The Year di Indonesia International Book Fair 2019. Rasa-rasanya buku keren yang satu ini sudah banyak dikenal dan dibaca oleh banyak orang. Buku ini menolong kita untuk memakai filsafat stoa atau stoisisme dari Yunani ke dalam kehidupan.

Buku Filosofi Selasar akan menolong kita dalam memegang emosi negatif yang muncul, membikin kita mempunyai mental yang tangguh untuk menghadapi kehidupan yang keras, yang tentunya sangat dibutuhkan oleh si kecil muda. Walaupun Filosofi Selasar ditulis menurut filsafat stoa atau stoisisme, tetapi bahasa dalam buku ini sangat simpel dan gampang dipahami.

  1. Atomic Habits

Berikutnya ialah buku yang ditulis oleh James Clear ini ialah buku yang mempunyai banyak pembahasan di dalamnya, terpenting kebiasaan-kebiasaan kecil yang mempunyai pengaruh besar bagi kehidupan kita. James Clear menuliskan bahwa kebiasaan kecil yang konsisten dijalankan bisa menyusun identitas seseorang. Sekiranya yang menjadi kebiasaan kita ialah rutinitas yang baik, karenanya pengaruh baik lah yang akan kita peroleh dalam hidup kita, begitupun sebaliknya.

Buku Atomic Habits sendiri sudah memperoleh penghargaan berupa New York Times best seller. Buku ini gampang dibaca dan dipahami oleh si kecil muda sebab bahasa yang diterapkan malah tidak bertele-tele dan lantas menyajikan pesannya. Menariknya, buku ini memberikan semacam rumusan yang sangat mempermudah pembaca dalam menarik rumusan di tiap-tiap akhir babnya.

  1. Berani Tak Disukai

Buku karya Ichiro Kishimi dan Fumitake Koga ini sedikit berbeda dengan buku-buku yang lain. Pasalnya, buku ini memuat dan memaparkan ajaran seorang spesialis filsafat Austria dari abad ke-19, ialah Alfred Adler. Penulisan dalam buku ini juga memakai penulisan semacam dialog antara seorang filsuf dengan seorang pemuda.

Buku Berani Tak Disukai ini mempunyai lima bab, yang mana dari tiap-tiap babnya kita akan belajar untuk terbebas dari stress berat di masa lalu, bebas dari muatan ekspektasi orang-orang, dan bagaimana kita mencoba memahami diri kita dalam menentukan arah hidup.

Setiap percakapan yang terjadi dalam buku ini, membahas mengenai hal-hal penting dalam kehidupan seperti apa itu ketenangan jiwa, keraguan dalam hidup, serta kebahagiaan. Banyak sekali pelajaran hidup yang bisa kita peroleh dari buku ini. Berani Tak Disukai akan memandu kita untuk memahami konsep mencintai diri sendiri, memberi maaf diri sendiri, dan membuang jauh-jauh hal yang tidak penting dari pikiran.